Pudar Wangi Pierre Cardin Bag4

Pada awal Maret 2015, Pierre Cardin menggugat Alexander di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Dalam gugatannya, Pierre Cardin menggunakan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Merek. Ludiyanto menuding Alexander sengaja mendompleng ketenaran Pierre Cardin untuk mencari untung. ”Ada iktikad tidak baik tergugat yang mencari untung dengan mencatut nama klien kami,” kata Ludiyanto. Faktor ”terkenal” menjadi argumen utama gugatan Pierre Cardin.

Perusahaan mode yang berdiri pada 1950 di Paris itu sudah mendapat hak paten dari sekitar 50 negara. Di Indonesia, Pierre Cardin juga sudah memegang hak paten untuk 14 jenis barang, seperti baju, ikat pinggang, dan dompet. Di persidangan, kubu Alexander membela diri bahwa mereka tak menyalahi prosedur ketika menjual barang dengan merek ”Pierre Cardin”.

Bukan Sekadar Wi-Fi Extender Biasa ala NET89

Bukan Sekadar Wi-Fi Extender Biasa ala NET89 – Pernahkah Anda lupa mematikan pe ralatan elektronik di rumah padahal – Anda sudah setengah jalan menuju kantor dan terjebak dalam kemacetan? Mungkin sebagian besar dari Anda pernah mengalaminya. Jika istri Anda selalu berada di rumah atau seandainya Anda menggunakan jasa babysitter atau seorang pembantu rumah tangga tentu masalahnya akan sangat mudah diatasi. Cukup telepon kerumah dan minta yang bersangkutan mematikan peralatan elektronik tersebut.

Tapi bagaimana jika tidak ada seorang pun di rumah? Edimax memiliki solusi untuk permasalahan seperti itu. Anda bisa meninggalkan rumah dengan nyaman tanpa harus khawatir peralatan sudah dalam kondisi mati atau masih menyala. Edimax, salah satu produsen perangkat networking yang berbasis di Taiwan ini, memiliki banyak perangkat hebat yang memberikan solusi untuk problem seperti di atas. Edimax Smart Plug SP-1101W, sebuah Wi-Fi Extender dengan desain powerplug dilengkapi dengan feature hebat untuk mengontrol peralatan elektronik Anda. Yang anda butuhkan hanyalah koneksi Wi-Fi yang menghubungkan produk ini dengan jaringan Internet dirumah.

Dengan Edimax SP-1101W ini Anda bisa mematikan peralatan elektronik dirumah dengan menggunakan perangkat pintar. Untuk lebih mudahnya lagi Anda juga bisa membuat jadwal otomatis untuk perangkat-perangkat elektronik dirumah agar bisa menyala dan mati secara otomatis mengikuti jadwal yang Anda buat. Di samping itu semua aktifitas yang terjadi pada Edimax SP-1101W bisa Anda kontrol melalui notifikasi email yang dikirimkan langsung ke email Anda. Hal ini jelas menawarkan berbagai macam kemudahan dan memberikan solusi untuk menambah tingkat efisiensi penggunaan biaya listrik setiap bulannya.

Perangkat ini menjadi solusi menarik bagi Anda yang sedang mengembangkan smarthome. Spesifikasi produsen: edimax info: www.edimax.com harga: rp 858.000 distributor: edimax teknologi indonesia telepon: 021 6231 2991 data teknis frequency band: 2.4ghz wireless: ieee 802.11b/g/n up to 150mbps security: wep, wpa, wpa2, wps coverage: up to 10m weight: 184g dimension: 105(h) x 64(w) x 60(l) mm bobot: 2,1 kg paket penjualan smart plug switch, quick installation guide, cd with multi-language, qig and user manual + instalasi mudah menggunakan smartphone/ tabet + kontrol manual atau schedule – n/a

Sumber : net89.net

Bahasa Gado-Gado Bag4

Problemnya bisa karena nama ini tak kunjung akrab di telinga pengguna bahasa Indonesia atau karena kata ini sudah punya padanan yang tepat dalam bahasa Indonesia, yakni ”mencari” dan ”menolong”. Sebelum Megawati menyentil, majalah anak-anak Si Kuntjung sesungguhnya sudah mencoba mengenalkan istilah yang lebih ”lokal”, yakni ”rilong”, akronim dari ”pencarian dan pertolongan”, sejak 1976. Maka, jika Basarnas ingin mencari padanannya, sesungguhnya bisa dipakai Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional, yang disingkat Barilongnas atau Bacarnas jika ingin sedikit mempertahankan akronim lama.

Barangkali karena Basarnas ingin mempertahankan nama asli dengan mencantumkan frasa search and rescue (SAR). Nama ini dipakai secara internasional sehingga singkatan ”sar” seolaholah menjadi kata yang telah merasuk dalam ingatan kolektif setiap orang dengan merujuk pada arti ”mencari dan menolong”.

Mama dan Me Time Bag4

Kerja, lo, ya, bukan buka laptop tapi browsing shopping online, atau kelamaan berinteraksi dengan media sosial. Ini pen ting karena kalau bisa bekerja efektif di kantor, kita enggak perlu bawa kerjaan kantor ke rumah dan enggak kepikiran pekerjaan yang belum selesai.” Mama Ayu (38) yang baru saja memutuskan untuk berhenti bekerja kantoran dan menjadi full time mom, me ngatakan, menyeimbangkan waktu antara diri sendiri dan kebutuhan anakanak itu butuh perjuangan.

Baca juga : toefl ibt jakarta

“Berat memang, apalagi saya masih punya satu anak balita di rumah, tapi ini sudah menjadi komitmen dan kesepakatan antara saya dan suami. Jadi sebisa mungkin saya harus mampu menyeimbangkan kebutuhan anak-anak, suami, dan urusan rumah tangga deh. Kalau buat saya, intinya sebenarnya pekerjaan rumah tangga itu dikerjain bareng-bareng, berbagi dengan semua anggota keluarga. Misal, si ayah mencuci baju, anak yang sudah besar, ‘izzan (12) dan Fali (9), bantuin cuci piring, sementara yang paling kecil, Rania (3) membereskan mainan setelah main.

Di saat yang sama, saya memasak di dapur. Nah, dengan begini pekerjaan rumah enggak terlalu melelahkan dan bikin bosen. Oh, ya, saya juga selalu membuat jadwal tak tertulis mengena hal-hal yang harus dikerjakan sejak dari bangun tidur sampai mau tidur malam. Jadwal ini berguna banget.” Bagaimana dengan Mama sendiri? Apakah sudah menemukan cara untuk bisa menikmati me time yang manfaatnya tidak main-main?

Mulailah dari rasa percaya diri untuk menghapus rasa bersalah tersebut kepada siapa pun. Hanya dengan begitu Mama bisa mendapatkan manfaatnya. Buktikan saja sendiri! Ibu rumah tangga ternyata hanya punya waktu 17 menit untuk dirinya sendiri dalam sehari! BERANI TAMPIL “Carleen adalah tipe anak yang tidak suka dibawelin. Suatu hari saya mengikutkannya lomba fashion show untuk pertama kalinya. Saat itu dengan bawelnya, aku pesan ke anakku, ‘Lihat, ya, Nak, nanti jalannya seperti itu, yaa….’ Dengan singkat, anakku menjawab, ‘Iyaa, Mami…!!’ Aku yang khawatir dan resah saat ia akan tampil, eh, ternyata berubah menjadi bangga, karena anakku mampu dan berani berjalan di depan banyak orang.”

Sumber : https://pascal-edu.com/

 

Cemas Bag3

Maka bisa dikatakan yang membuat kita layak takut bukanlah ketidaksabaran, melainkan kecemasan terhadap yang tak pasti. Tapi jika ditelaah lebih jauh, yang sesungguhnya membuat takut adalah kecemasan itu sendiri. Dan jika kita usut lebih lanjut dari mana datangnya kecemasan itu—kecemasan dalam beriman, dalam memegang teguh sebuah kepercayaan atau ideologi—kita akan menjumpai sebuah pemicu: ”nafsu kemurnian”. Terutama dalam diri orang-orang yang merasa di pihak kebajikan dan punya alasan untuk meniadakan apa saja yang ”tidak bajik” atau cemar. Tak sabar, mereka akan melakukan ”pembersihan” dengan kebengisan tertentu. Sejarah mencatat bahwa ”pembersihan” pernah diberi nama yang seram dalam Revolusi Prancis di akhir abad ke-18: ”teror”.

Jangan Cuma Melarang Anak

Saat anak terjatuh atau terluka dalam insiden kecil ketika bermain atau beraktivitas, sebagian besar orangtua pasti akan berkata, “Jangan lakukan lagi, ya!” Ternyata, menurut studi dari University of Iowa, orangtua sebaiknya tidak hanya berhenti pada larangan saja.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

“Orangtua perlu berbicara pada anak tentang kejadian tersebut, mengapa hal itu bisa berbahaya apabila dilakukan, dan mengapa dia sebaiknya tidak mengulangi hal itu lagi,” kata Jodie Plumert, salah satu peneliti studi ini, yang merupakan profesor di Department of Psychological and Brain Sciences, University of Iowa. Jika anak masih kecil, jelaskan secara lebih sederhana dengan bahasa yang dapat dipahaminya.

Fast Food Pengaruhi Pertumbuhan Tulang

Studi di jurnal Osteoporosis International memperlihatkan, banyaknya restoran cepat saji di lingkungan tempat tinggal seseorang berkaitan dengan rendahnya kepadatan mineral tulang pada anak. Hal sebaliknya ditemukan pada anak-anak yang tinggal di perumahan yang dikelilingi oleh banyak toko bahan makanan sehat.

Dari riset ini, para peneliti berkesimpulan, lingkungan tempat tinggal yang penuh dengan makanan sehat dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan tulang anak. Saat ini, di sebagian daerah di Inggris telah diberlakukan aturan yang tidak mengizinkan berdirinya gerai makanan cepat saji dalam radius 400 meter dari sekolah. Di negeri kita sendiri mungkin belum ada aturan seperti ini, namun setidaknya mama bisa memulainya dengan tidak membiasakan si kecil terlalu banyak makan fast food.

Si Sulung Lebih Berisiko Berkacamata?

Menurut riset yang dimuat di jurnal JAMA Opthalmology, gangguan rabun jauh pada usia anak dapat dipengaruhi oleh faktor genetik, waktu bermain di luar ruangan yang kurang, serta terlalu banyak membaca dan menulis. Selain itu, kurangnya dukungan orangtua terhadap anak pertama juga ikut berpengaruh.

Misalnya, kurangnya penyediaan lingkungan dengan penerangan yang baik bagi anak atau jadwal aktivitas yang kurang memadai, seperti membiarkan anak berlama-lama main game. Akibatnya, si sulung lebih berisiko memakai kacamata, bahkan pada usia lebih muda. Hal ini biasanya akan berubah saat memiliki anak kedua dan selanjutnya, karena orangtua sudah belajar dari pengalaman dengan anak pertama.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Kelor Subur Rakyat Makmur Bag3

Mudah-mudahan kelor dapat menjadi ikon Parigi Moutong yang memberikan kemakmuran bagi masyarakat. Ingat kelor, ingat Parigi Moutong,” kata Samsurizal berpromosi. Sejauh ini, Bupati Samsurizal menuturkan respons pasar dunia terhadap produk olahan kelor Parigi Moutong cukup tinggi. Saat mengikuti Festival Indonesia ke-2 yang digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia di Moskow, yang diadakan di Hermitage Garden, Moskow, Rusia, pada 4-6 Agustus 2017, masyarakat Rusia dan wisatawan mancanegara yang mengunjungi taman musim panas seluas enam hektare itu sangat meminati produk olahan kelor Parigi Moutong. “Saya hanya membuka jalan supaya kelor dapat dipromosikan ke luar negeri,” ujarnya. Antusiasme serupa juga ditunjukkan masyarakat Spanyol saat Parigi Moutong mengikuti event “Salon de Gourmet” yang berlangsung di Feria de Madrid pada 24-27 April 2017.

Mi Titi Makassar ala Nasi Tumpeng Jakarta Selatan

Mi Titi Makassar ala Nasi Tumpeng Jakarta Selatan – Bahan: 300 gr mi kering kecil, rebus 2 bh jeruk nipis, potong-potong, untuk pelengkap 3 sdm saus sambal, untuk pelengkap 500 ml minyak, untuk menggoreng Bahan Tumisan: 1 bh paha ayam atas bawah 2 bh bakso sapi, iris bulat 4 bh bakso goreng, potong-potong 150 gr caisim, potong-potong 4 siung bawang putih, memarkan 1 sdm saus tiram 1 sdt kecap asin 1 sdt garam 1/2 sdt merica bubuk 1/2 sdt gula pasir 750 ml air 1 sdm tepung sagu dan 1 sdm air, larutkan 1 btr telur, kocok lepas 2 sdm minyak, untuk menumis

Cara Membuat untuk 5 porsi : 1. Rebus ayam bersama 750 ml air sampai matang. Angkat. Ambil dagingnya dan potong-potong kotak. ukur kaldunya 500 ml. Sisihkan. 2. tata mi yang sudah direbus di dalam saringan. Goreng di dalam minyak yang sudah dipanaskan di atas api sedang sampai matang dan kering. Angkat. Sisihkan. 3. panaskan minyak. tumis bawang putih sampai harum. masukkan ayam, bakso sapi, dan bakso goreng.

Aduk rata. 4. tambahkan saus tiram, kecap asin, garam, merica, dan gula pasir. Aduk rata. 5. tuang kaldu ayam. masak sampai mendidih. tambahkan caisim. Aduk rata. 6. Kentalkan dengan larutan tepung sagu. masak sampai meletup-letup. 7. masukkan telur sedikit-sedikit sambil diaduk sampai berserabut kasar. masak sampai matang. 8. Siram tumisan ke atas mi yang sudah digoreng. Sajikan bersama saus sambal dan irisan jeruk nipis.

Abadikan Tempat Makan Obama di Kotak Kaca Aterdapat 2 kursi, sebuah meja, lengkap dengan mangkuk, da yang unik dari warung makan sederhana bernama Bun cha hong lien di hanoi, vietnam, ini. Di warung makan ini piring, botol minuman, dan beberapa peralatan makan yang ditaruh di dalam kotak kaca. Ternyata itu adalah cara unik pihak warung makan dalam mengabadikan momen istimewa ketika koki selebriti Anthony Bourdain dan Presiden AS ke-44 Barack Obama berkunjung ke sana. Di kala itu, kedua pesohor dunia itu sedang menikmati sajian tradisional vietnam utara, yakni bun cha dan bir dingin. Di vietnam, keduanya mengkuti program acara ‘Parts unknown’, yang ditayangkan cNN dan dibawakan Anthony, 2 tahun silam.

Sumber : https://salamacatering.com/

 

Dalam Ancaman Baja Tungku Induksi

Pemerintah tak bisa tinggal diam melihat munculnya dampak dari beroperasinya pabrik-pabrik baja menggunakan teknologi tungku induksi ( induction furnace). Dorongan memacu proyek infrastruktur tak boleh mengabaikan efek buruk teknologi itu. Munculnya polusi, boros energi, dan hasil produk yang tidak memenuhi standar keselamatan bangunan harus menjadi perhatian besar. Tumbuh suburnya pabrik peleburan baja berteknologi tungku induksi semestinya bisa dicegah sejak awal. Kebijakan pemerintah Cina pada 2010 yang melarang pabrik baja menggunakan teknologi itu telah memaksa hampir 2.000 perusahaan merelokasi pabrik. Ketika semua negara Asia Tenggara mengikuti langkah Tiongkok, Indonesia justru membuka pintu selebar-lebarnya. Pada tahun itu, baru sekitar 10 perusahaan Cina yang memindahkan pabrik ke sejumlah daerah Indonesia. Sekarang jumlahnya melonjak mencapai 200 pabrik. Fakta bahwa pabrik baja tungku induksi tidak ramah lingkungan, gagal memenuhi standar, dan mengganggu industri dalam negeri kerap diabaikan pemerintah. Lagi-lagi pembangunan infrastruktur di Indonesia senilai Rp 5.519 triliun hingga 2019 yang akan memerlukan baja sebanyak 17,46 juta ton per tahun menjadi alasannya.

Di Antara Dua Gadis Kecil

Kala mengandung anak kedua, Asya merasakan energi yang luar biasa. Walau sempat pingsan, ia tak mau berhenti bekerja. Hal ini diyakininya sebagai awal perbedaan karakter kedua buah hatinya. Setelah mempunyai dua anak, mengaku dirinya baru bisa merasakan, kedua anaknya tidak ada yang sama, walau lahir dari satu rahim yang sama dan dari bibit yang Asha Syara (28) sama pula. “Kalau fisik sudah tentu, nah, yang unik perbedaan sifat dan karakternya itu, lo,” ujar istri dari Syafik Assdy (37).

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Perbedaan itu sudah diketahuinya sejak hamil. Selama hamil Samara Aqila (15 bulan) menurutnya, “Saya asyik banget, gak ada masalah apa pun, dan seperti sedang tidak hamil, walau perut buncit.” Malah, lanjut pemeran Juleha dalam sinetron drama komedi “Samson dan Dahlia” ini, di usia kehamilan delapan bulan, ia masih sibuk syuting “Ma Ijah Pengen ke Mekah”. Namun suatu hari, mungkin karena capek beraktiYitas, Asha sempat kurang fi t dan demam. “Maklum bukan hanya sinetron kegiatanku. Jadi, saat itu harus istirahat, tapi tidak lama. Saya sudah kembali aktif lagi, malah sudah kerja lagi di hari ketiga,” ujarnya.

Tak hanya itu, perempuan berdarah Arab-Aceh ini lalu sempat pingsan segala selagi syuting. Ceritanya, saat itu saat sedang take gambar, entah bagaimana, Asha tiba-tiba jatuh dan pingsan. Tak lama, dirinya sudah sadar kembali dan disarankan pulang, istirahat. Tapi dasar Asha, “Saya tidak mau pulang. Saya minta take lanjut. Akhirnya, mereka semua setuju, he…he… demi ibu hamil kali, ya. Syuting pun berjalan kembali hingga selesai.”

Pulang syuting, Asha diantar suami untuk periksa ke dokter. “Dokter sampai heran, ada ibu hamil bandel begini. Lebih kaget lagi saat melihat hasil tensi darah yang menunjukkan angka 80/60, yang tentunya rendah untuk ukuran orang normal, apalagi ini sedang hamil.” Untungnya, lanjut Asha, suaminya ngertiin dirinya. Jadi, sang suami memercayakan kepada Asha mengenai kesehatannya alias aktivitas dan pekerjaannya tidak ada yang disetop.

Nah, kondisi kehamilannya itu jauh berbeda dari saat hamil si sulung, Salima Atthiyya (3,1), yang ia akui sangat “ringkih” dan rewel, dikit-dikit sakit. “Kalau sakit, repot dan ngerepotin, manja… Pokoknya, enggak asyik banget, deh!” jelas Asha yang sudah tidak ingin lagi mengingatnya. Mungkin itu menunjukkan karakter kakak dan adik yang berbeda. “Saya dan suami menerapkan pola asuh yang tidak sama kepada mereka berdua.” Bener banget, setiap anak memang unik dan tidak boleh disamakan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/