Kata “sekolah” biasanya identik dengan kegiatan belajar yang serius, tidak banyak bermainnya. Bagus enggak kalau si batita disekolahkan sekarang. “Kenapa sih kok Fani sudah lahin keponakannya melonjak-lonjak da lam genggaman tangan sang mama. Tas kecil ?” Irma bertanya ketika melihat dise kodi punggungnya ikut bergoyang-goyang. Tampaknya senang sekali Fani ingin berangkat ke sekolah.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Mama Fani menjawab singkat, “Biar ada temannya.” Mama Fani selalu mengantar Fani dan pengasuhnya ke sekolah, sebelum ia berangkat ke kantor. Menyekolahkan anak di usia dini tengah marak di kalangan orangtua muda. Usia 2-3 tahun pun sudah dimasukkan ke sekolah, meski istilahnya adalah taman bermain. Ada yang melakukannya setiap hari, ada pula yang frekuensinya hanya 2-3 kali dalam seminggu. Apa iya batita sudah sekolah?

Di sekolah harus senang Seputar batita sudah sekolah, ada yang meng anggapnya bermanfaat, tak jarang pula yang menilai kegiatan ini memberi beban tambahan kepada si kecil. Perlu tidaknya batita disekolahkan, menurut psikolog Vequentina Puspa Indah, sebenarnya sangat bergantung pada situasi di rumah. “Apabila di rumah ada yang dapat menjaga keamanan batita, lalu yang menjaganya ini mampu merawat dan memberikan rangsangan pada berbagai aspek tumbuh kembang nya, maka batita tidak perlu sekolah,” ujar perempuan yang akrab dipanggil Nina ini.

Namun, bila di rumah tidak ada yang dapat menjaga keamanan dan mengasuh batita secara tepat, maka memasukkannya ke sekolah dapatmenjadi salah satu alternatif. “Intinya, bagi batita, masuk sekolah sifatnya tidak wajib, karena diasuh oleh orangtua sendiri adalah pilihan yang terbaik,” jelas Nina. Jika Mama memutuskan si batita perlu sekolah, ada lagi PR yang harus Mama kerjakan, yaitu melihat, sejauh mana si batita senang berada di sekolah berikut aktivitasnya.

Kalau memang si batita senang, silakan diteruskan mengingat aktivitas yang dinikmati akan memberikan kontribusi positif bagi proses tumbuh kembangnya. Sembari menjelaskan hal ini, Nina menegaskan, masa batita adalah periode emas, maka segala pengalaman positif dan menyenangkan yang terjadi di masa ini tentu saja akan memberi manfaat di kemudian hari.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *