Brexit di Batu Nissannya

BERCERAMAH di DePauw University, di kota kecil Greencastle, Negara Bagian Indiana, Amerika Serikat, David Cameron memperoleh honor 120 ribu pound sterling per jam. Agenda di pengujung 2016 itu memang menunjukkan dia kini bisa mengantongi duit sebanyak gajinya sebagai perdana menteri selama setahun hanya dalam 60 menit. Tapi hal itu tak bakal menghapus kegagalan besar dalam karier politkus Partai Konservatf ini: Brexit.

Dengan kata lain, Cameron, yang mengundurkan diri setelah referendum pada 23 Juni lalu memastkan Inggris keluar dari Uni Eropa, kini boleh mengatakan apa saja. Semua itu tak bakal menghapus tulisan di batu nisannya, yang telah tercetak: ”Sejarah bakal mengenang David Cameron semata sebagai perdana menteri yang membuat kami keluar dari Uni Eropa. Saya kira tak bakal ada lagi yang lain,” kata Peter Mandelson, mantan Menteri Perdagangan Inggris dan Komisioner Eropa.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *