Kala mengandung anak kedua, Asya merasakan energi yang luar biasa. Walau sempat pingsan, ia tak mau berhenti bekerja. Hal ini diyakininya sebagai awal perbedaan karakter kedua buah hatinya. Setelah mempunyai dua anak, mengaku dirinya baru bisa merasakan, kedua anaknya tidak ada yang sama, walau lahir dari satu rahim yang sama dan dari bibit yang Asha Syara (28) sama pula. “Kalau fisik sudah tentu, nah, yang unik perbedaan sifat dan karakternya itu, lo,” ujar istri dari Syafik Assdy (37).

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Perbedaan itu sudah diketahuinya sejak hamil. Selama hamil Samara Aqila (15 bulan) menurutnya, “Saya asyik banget, gak ada masalah apa pun, dan seperti sedang tidak hamil, walau perut buncit.” Malah, lanjut pemeran Juleha dalam sinetron drama komedi “Samson dan Dahlia” ini, di usia kehamilan delapan bulan, ia masih sibuk syuting “Ma Ijah Pengen ke Mekah”. Namun suatu hari, mungkin karena capek beraktiYitas, Asha sempat kurang fi t dan demam. “Maklum bukan hanya sinetron kegiatanku. Jadi, saat itu harus istirahat, tapi tidak lama. Saya sudah kembali aktif lagi, malah sudah kerja lagi di hari ketiga,” ujarnya.

Tak hanya itu, perempuan berdarah Arab-Aceh ini lalu sempat pingsan segala selagi syuting. Ceritanya, saat itu saat sedang take gambar, entah bagaimana, Asha tiba-tiba jatuh dan pingsan. Tak lama, dirinya sudah sadar kembali dan disarankan pulang, istirahat. Tapi dasar Asha, “Saya tidak mau pulang. Saya minta take lanjut. Akhirnya, mereka semua setuju, he…he… demi ibu hamil kali, ya. Syuting pun berjalan kembali hingga selesai.”

Pulang syuting, Asha diantar suami untuk periksa ke dokter. “Dokter sampai heran, ada ibu hamil bandel begini. Lebih kaget lagi saat melihat hasil tensi darah yang menunjukkan angka 80/60, yang tentunya rendah untuk ukuran orang normal, apalagi ini sedang hamil.” Untungnya, lanjut Asha, suaminya ngertiin dirinya. Jadi, sang suami memercayakan kepada Asha mengenai kesehatannya alias aktivitas dan pekerjaannya tidak ada yang disetop.

Nah, kondisi kehamilannya itu jauh berbeda dari saat hamil si sulung, Salima Atthiyya (3,1), yang ia akui sangat “ringkih” dan rewel, dikit-dikit sakit. “Kalau sakit, repot dan ngerepotin, manja… Pokoknya, enggak asyik banget, deh!” jelas Asha yang sudah tidak ingin lagi mengingatnya. Mungkin itu menunjukkan karakter kakak dan adik yang berbeda. “Saya dan suami menerapkan pola asuh yang tidak sama kepada mereka berdua.” Bener banget, setiap anak memang unik dan tidak boleh disamakan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *