Anehnya, bangunan yang dikonservasi Boy ini tidak tercantum dalam daftar karya Wolff Schoemaker di buku tersebut. Bisa dikatakan bangunan ini merupakan temuan baru dalam sejarah arsitektur kolonial Indonesia. *** BOY menemukan sebuah video dokumenter hitam-putih sebagai bukti penting. Dokumentasi itu menampilkan kondisi gedung karya Schoemaker tersebut tak lama setelah peresmiannya pada 1922. Tulisan OLVEH terpampang jelas di antara dua menara. OLVEH merupakan perusahaan asuransi jiwa kependekan dari Onderlinge Levensverzekering van Eigen Hulp.

Bergaya Art Deco, gedung OLVEH tiga lantai itu kontras dengan tetangganya, sederet rumah berarsitektur Cina yang lebih rendah dengan atap melengkung. OLVEH mulanya koperasi bantuan pribadi yang dibangun di Den Haag, Belanda, pada 1879. Dalam waktu singkat, koperasi ini berkembang pesat dan memiliki anak usaha, yaitu perusahaan asuransi jiwa juga bernama OLVEH yang memiliki banyak cabang di Hindia Belanda. Dalam rekaman itu, OLVEH berdiri anggun di sisi selatan lapangan yang kelak akan menjadi plaza Kota Batavia. Di sisi barat lapangan itu telah berdiri De Javasche Bank (kini Museum Bank Indonesia). Stasiun Jakarta Kota di sisi timur lapangan saat itu belum dibangun. Lokasi OLVEH terbilang unik. Sebab, kawasan itu aslinya hanya dihuni kaum Tionghoa. ”Siapa pun yang memilih lokasi OLVEH pasti tahu rencana pembangunan Kota Batavia,” kata Candrian Attahiyat, ahli arkeologi kawasan Kota Tua Jakarta.

Gedung OLVEH termasuk modern di masanya. Toilet dan kamar mandi sudah dipisahkan, ditempatkan di lantai dua, dan dirancang memiliki lubang saluran udara (exhaust). Namun, ”exhaust tak pernah terpasang. Paket yang dibeli itu tak pernah sampai ke Batavia,” kata Candrian. Koran-koran yang terbit pada masa itu menyebutkan OLVEH memiliki kas cadangan 20 juta gulden yang berasal dari pembayaran premi. Di luar itu, masih ada jaminan 1 juta gulden. Toh, biaya pembangunan gedung OLVEH ini tetap menguras kantong perusahaan. Tak kurang dari 250 ribu gulden dikeluarkan untuk membeli tanah dan membangun gedung itu.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *