Kalau ditawari kayu, arsitek luar negeri sana pasti akan beranggapan kayu kita illegal logging, makanya kalau ada permintaan material konstruksi, saat ini mereka lebih menyukai bambu. Samasama kuat dan lebih murah,” ujar Mukoddas Syuhada, arsitek yang mengembangkan konstruksi bambu, saat menanyakan seputar material bambu yang makin bersinar. Bambu dilihat sebagai material baru yang dapat menggantikan dari kegunaan kayu, baja, aluminium, keramik, lantai, bata, gipsum, dan material bangunan lainnya.

Baca juga : Harga genset Yanmar

Namun, persepsi masyarakat yang masih merendahkan derajat bambu sebagai material bangunan menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi para arsitek. Mukoddas mengatakan bambu masih dipandang remeh dikalangan masyarakat. “Mereka bilangnya bambu itu material yang murahan, tidak modern, kampungan, dan bahkan mengecapnya sebagai simbol kemiskinan,” ujar Mukoddas miris.

Hal tersebut didasari pada penggunaan bambu sebagai material utama pada rumah-rumah tradisional dan rumah di kampungkampung. Padahal, material bambu yang telah mereka gunakan mempunyai beberapa kelebihan yaitu lebih kuat, murah, dan mudah didapat. Bahkan, keseluruhan bagian dari bambu bisa digunakan, dari bagian akar hingga pangkalnya, baik untuk makanan hingga struktur bangunan. Material ini lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan limbah.

Apa Istimewanya?

Layaknya kayu, material bambu pun tidak kalah unggul dalam hal performa. Berikut ini beberapa keistimewaan bambu yang membuatnya dilirik arsitek dunia. • Sekuat Baja, Selentur Karet. Jangan salah, bambu memiliki kekuatan layaknya sebuah baja. Pada beberapa jenis bambu, kekuatan daya tarik pada kulitnya mampu melampaui daya tarik baja. Ruas-ruasnya yang cukup lentur dapat dimanfaatkan sebagai kolom bangunan. Bambu juga dapat dimanfaatkan sebagai material bangunan yang ramah gempa, karena sifatnya yang lentur dan ringan. Material ini dapat dijadikan sebagai pengisi balok, kolom, pengisi atap, lantai, dan dinding.

  • Mencegah Polusi. Siapa sangka bambu dapat menghasilkan oksigen (O2) lebih banyak dan lebih baik dari tanaman lainnya. Produksi biomassa bambu yang lebih banyak ketimbang pohon lainnya membuat bambu dapat menghasilkan oksigen lebih banyak pula. Tidak heran, Mukoddas menyarankan tanaman bambu ini diaplikasikan sebagai pagar hunian atau sebagai aksesori pengisi taman.
  • Fleksibel untuk Ditanam. Bambu bukanlah tanaman yang manja, ia dapat hidup di mana saja. Bahkan, Mukoddas menuturkan bambu dapat tumbuh dengan cepat. Hanya dengan 1 bibit, beberapa ruas bambu dapat tumbuh di sekitarnya. Pertumbuhan bambu juga lebih fl eksibel dibanding kayu, dapat dipanen dalam umur tumbuh 3-5 tahun, dapat ditanam dimana saja, bisa menghindari dan menahan erosi karena sifatnya yang dapat menahan air. Ketika menginginkan bambu sebagai material bangunan, sebaiknya tanam bambu di daerah kering karena akan menghasilkan bambu yang lebih kuat.

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *