Mencoba Bersalin Alami Ala LOTUS

sat-jakarta.com – Seperti halnya pernikahan, persalinan adalah momen yang tiada duanya. Pada saat itu semua perasaan akan bercampur aduk; tegang, takut, sekaligus bahagia. Mungkin karena itulah, kebanyakan mama hamil (mamil) ingin melakukan persalinan yang nyaman dan tentu yang terbaik bagi si calon bayi juga bagi dirinya. Salah satu yang dipercaya dapat memberikan itu semua adalah persalinan lotus atau lotus birth. Cahyani Putri, MPsi, Psi (32), ibu dua anak, bercerita saat-saat ia mengenal persalinan lotus.

Baca juga : kursus IELTS terbaik di Jakarta

Pada waktu itu, Putri yang sedang me ngandung anak pertama mengikuti pelatihan hypnobirthing. Saat menyaksikan video proses persalinan di Bali, ia mengaku dihinggapi perasaan nyaman dan tenang, “Video itu menampilkan proses lotus birth. Itulah kali pertama saya tahu tentang cara bersalin tersebut karena di Indonesia masih jarang dilakukan.” Toh, perempuan yang bekerja sebagai HR Manager ini belum mempraktikkan lotus birth saat melahirkan anak pertamanya. Nah, pada saat si sulung berusia 2,5 tahun, Putri tak sengaja membaca testimoni para ibu yang telah mencoba lotus birth. “Seperti ada yang menuntun saya untuk membaca ini.

Saya kembali merasakan perasaan indah, nyaman, dan tenang. Setelah itu, saya pun memutuskan melakukan persalinan lotus pada anak kedua.” Putri bukannya tak menghadapi kendala karena tentu ia perlu meyakinkan suami yang masih “buta” akan lotus birth. Karena itulah, ia memandang pentingnya sharing edukasi pada sang pasangan. “Saya pun bergabung dengan Gentle Birth Untuk Semua (GBUS) di Facebook. Dari grup itu saya banyak mendapatkan artikel-artikel lotus birth yang berguna. Setelah di-print, saya berikan kepada suami supaya dia bisa ikut mempelajari.”

Sejak itu, mulailah ada diskusi-diskusi kecil antara dirinya dan suami. “Kami membahas mengenai risiko dan cara menghindari risiko-risiko tersebut. Kami pun membawa hasil diskusi untuk dikonfi rmasi kepada obgyn,” papar Putri. Namun dokter kandunganya pada waktu itu belum bisa memberikan ba nyak informasi mengenai lotus birth mengingat belum ada penelitian ilmiahnya. Meski begitu, Putri dan suami tetap berkeinginan melakukan persalinan lotus.

“Tapi suami memberikan syarat, yakni saya harus didampingi tenaga medis profesional dan berpe ngalaman di bidang tersebut, juga harus siap dengan plan B apabila persalinan tidak sesuai ha rapan.” Akhirnya dari 3 teman yang berbeda, Putri disaran kan meng hubungi Bidan Yuli yang sudah berpengalaman menangani persalinan lotus dan mengan tongi sertifi kat sebagai penolong persalinan water birth. “Setelah berhasil menghubungi beliau, saya mendapat lebih banyak lagi informasi perihal lotus birth.”

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *