Z3, Si “Pembunuh” Sekaligus Pendongkrak

Teknorus.com – “Baiklah kalo gitu, gue gak jadi beli Q5! Tapi, berapa nih harga seken Dakota gue ya kalo gue jual?” Suara teman saya mengakhiri acara “tanya-jawab” via telepon, satu jam usai launching BlackBerry Z3, 13 Mei silam, siang jelang sore itu. Senang sekaligus galau. Gembira, oleh sebab tawaran harga yang begitu menggoda, siapapun yang tahu harga BlackBerry dari kelompok OS BB10 yang paling murah dibanderol Rp3,3 juta (yaitu BB Z10).

Baca juga : Gambar Keren

Bingung, lantaran sebentar lagi BlackBerry 9900 aka Dakota yang telah menemani selama tiga tahun itu dijamin pasti kian tak “berharga” di mata pedagang. Sebelum Z3 yang punya alias Jakarta dirilis, harga jual kembali pasukan BlackBerry sudah bikin calon penjual naik darah. Gimana enggak, harga resmi seken misalnya seri Dakota di angka Rp2,1 juta, di mata pedagang yang akan menjual kembali BB seken itu, seenak udel bisa cuma Rp1,5 – Rp1,7 juta.

Gondok kita adalah, berapa dia ambil untung. Sementara dulu, sewaktu Anda beli baru harganya di angka Rp5 jutaan. Setali tiga uang dengan BB seri OS 10 macam Q5, Q10, Z10, kecuali Z30 yang terhitung masih baru. Menjual kembali BlackBerry, bagi sebagian konsumen hanyalah uji emosi semata. Juntrungannya BB pun menggeletak di lemari, kecuali masih dipakai. Pasukan BB OS 7/7.1 dengan BB OS 10/10.1 ibarat Persija dan Ajax Amsterdam. Hadirnya Z3 yang disebut pengamat sebagai langkah penyelamatan bisnis device BlackBerry Corp. menengahi ketimpangan kelas dua kelompok tadi.

Tetapi jelas terbaca bahwa BlackBerry bermaksud menyeragamkan OS ke versi 10/10.1. Toh secara penggunaan, paket BIS dengan data plan (termasuk unlimited) nilainya sama saja. Artinya, pengeluaran pulsa toh sebelas – duabelas. BB yang dilengkapi karakter Punakawan plus bahasa Jawa dan Sunda ini bahkan berani menantang banderol BB 9720 (Samoa), BB Bold 9790 juga Dakota, yang semuanya adalah OS 7/7.1. Artinya apa? Ini sama saja dengan “menguburkan” tiga nama yang sesungguhnya masih memiliki sedikit daya tarik di pasar kota kecil.

Berapa harga yang akan dilego oleh pedagang jika begitu untuk tiga nama ini? Sudah barang tentu di bawah Rp 2 juta. Sebaliknya, kekhawatiran juga bakal melanda penjualan empat BB ber-OS 10/10.1. Siapa bilang aman? Empat nama ini tak terlalu sukses secara sales. Bahkan membuat OS baru ini jadi bulanbulanan pengamat lantaran dianggap tak selevel Android dan iOS. Harga tinggi membuat empat nama tersebut hanya diperuntukkan bagi pemilik dompet tebal semata.

Tim Boling Indonesia Uji Bola Baru

Tim nasional boling putra dan putri tengah mematangkan persiapan menjelang Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Jakabaring Bowling Centre, Palembang. Saat ini, ada enam peboling putra dan enam peboling putri yang akan memperkuat tim Merah Putih. Thomas Tan, pelatih tim Indonesia, mengatakan saat ini atlet sedang mencoba bola yang baru didatangkan dari Amerika Serikat. “Bola itu kami cocokkan dengan profil masingmasing pemain,” kata dia, kemarin. Setiap atlet mendapatkan lima bola yang kemudian akan langsung diuji coba.

Thomas menilai uji coba bola tidak mendapatkan kendala berarti, sehingga dia sangat optimistis kelompok putra maupun putri akan dapat meraih hasil memuaskan. Sharon Adelina Liman Santoso mengatakan, menjelang Asian Games ini, dia dan rekan-rekannya mengintensifkan latihan, khususnya pada oiling pattern yang akan digunakan di Asian Games. Dengan persiapan yang matang dan disokong penuh oleh keluarga dan kolega serta masyarakat, ia meyakini usaha tim akan membuahkan hasil memuaskan di Asian Games 2018 ini. “Target kami adalah emas,” kata dia.

Sebelumnya, tujuh peboling putra dan putri Indonesia mengikuti pemusatan latihan yang terakhir Asian Games 2018 bertempat latihan di Jakabaring Bowling Centre, Palembang, sejak awal Mei. Setelah melalui seleksi akhir, ditetapkan ada enam atlet putra dan enam atlet putri yang akan mengikuti persaingan dalam Asian Games nanti. Mereka adalah Ryan Lalisang, Hardy Rachmadian, Billy Muhamad Islam, Yeri Ramadona, Diwan Rizaldy, dan Fachri Askhar. Adapun atlet putrinya adalah Aldila Indrayati, Alisha Nabila Larasati, Nadia Paramanik Nurmalina, Putty Insavilla Armein, Sharon Adelina Liman Santoso, dan Tannya Roumimper.

Salah satu atlet, Aldila Indrayati, mengatakan sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin dan berharap bisa memberikan yang terbaik. “Ini jadi debut saya di Asian Games,” kata peboling andalan dari Sumatera Utara, yang meraih medali emas dalam uji coba menjelang Asian Games di Palembang, itu. Sekretaris Umum Pengurus Besar Persatuan Boling Indonesia, Aswin Limansantoso, optimistis para atlet telah menjalankan program pembinaan dengan baik lantaran Bowling Centre Jakabaring merupakan yang terbaik di Asia. “Mereka adalah atletatlet terbaik dari pelatnas ini.”

Berdoa di Masjid Terbesar di Asia Tenggara yang dilengkapi Genset Jakarta

Berdoa di Masjid Terbesar di Asia Tenggara yang dilengkapi Genset Jakarta. Harga genset yang murah bisa didapatkan melalui Distributor Jual genset Jakarta yang bergaransi resmi serta memberikan potongan harga.

Masjid Istiqlal adalah tujuan kami selanjutnya. Masjid terbesar di Asia Tenggara ini dapat dikunjungi siapa saja, termasuk para pelancong non Muslim. Masjid yang dibangun oleh Frederich Silaban ini berdesain modern, desain yang belum banyak diadopsi masjid masjid di zaman itu (1955). Silaban juga mendesain masjid dengan mengutamakan keselarasan dengan iklim tropis.

Terbukti dengan adanya selasar-selasar lebar di sekeliling ruangan utama, yang selain berfungsi sebagai perluasan tempat salat, juga berfungsi untuk “meredam” udara panas di sekeliling masjid. Lubang-lubang ventilasi (berupa kerawang berbentuk ornamen Islam) juga mewarnai masjid ini, menjadikannya tetap sejuk di tengah paparan matahari Jakarta yang sangat panas. Desain masjid Istiqlal—yang artinya kebebasan—juga penuh makna. Ia terdiri dari 5 lantai, yang mencerminkan kewajiban umat Islam untuk menunaikan salat 5 waktu.

Tiang tiang horizontal yang kental mewarnai masjid seluas 12ha ini ternyata melambangkan kekokohan agama di Indonesia. Selain bagi an dalam masjid (yang dipenuhi marmer putih), selasar dan courtyard di sisi kiri masjid adalah tempat terbaik untuk berdiam diri, duduk-duduk sambil menikmati keagungan masjid ini.

Alternatif jalan menuju es krim tersohor

Alternatif Bus wisata juga melewati Pecenongan, kawasan yang terkenal dengan kulinernya. Anda dapat turun di Halte Santa Maria, lalu berjalan kaki sekitar 5 menit. Di malam hari, tempat ini lebih hidup dengan banyaknya tenda kaki lima. Salah satu makanan terkenal dari tempat ini adalah Martabak Toblerone, yang harganya mencapai 100 ribu Rupiah. Atau, turunlah di halte Gedung Kesenian Jakarta. Di sana, Anda dapat mengunjungi Pasar Baru untuk berbelanja sepatu dan tekstil, atau membuat lukisan diri di pelukis jalanan depan GKJ.

INFO BUS WISATA Rute: Bundaran Hotel Indonesia (HI)— Sarinah—Museum Nasional—Halte Santa Maria—Pasar Baru—Gedung Kesenian Jakarta—Masjid Istiqlal— Istana Merdeka—Monas—Balaikota— Sarinah, dan kembali ke Bundaran HI. Waktu operasional: pukul 09.00-21.00 Lama menunggu: 15-30 menit.