Pembelian Helikopter Tni Angkatan Udara Diusut

PANGLIMA Tentara Nasional Indonesia Jenderal Gatot Nur mantyo membentuk tim investigasi untuk menyelidiki keputusan pembelian helikopter AgustaWestland 101 (AW101) oleh TNI Angkatan Udara. Gatot mengatakan ia sudah membatalkan kontrak pembelian helikopter yang diproduksi bersama Westland Helicopters, Inggris, dan Agusta, Italia, itu. ”Saya sudah lama membuat surat pembatalan kontrak,” ujar Gatot, Rabu pekan lalu. Pembelian ini mencuat setelah beredar foto helikopter AW101 ditempeli lambang TNI Angkatan Udara di sejumlah situs luar negeri. Salah satunya situs www. rotorblur.co.uk.

Kepada sejumlah media nasional, Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna membenarkan pembelian helikopter itu. ”Ini untuk pasukan dan SAR tempur,” katanya. TNI Angkatan Udara mengusulkan helikopter AW101 sebagai alat angkut kategori very very important person,termasuk presiden, wakil presiden, dan tamu negara. Presiden Joko Widodo membatalkannya karena terlalu mahal. Harga satu unit helikopter itu US$ 55 juta atau sekitar Rp 761,2 miliar. Pada 29 Juli lalu, TNI Angkatan Udara kembali mengajukan pembelian satu unit helikopter AW101 dengan alasan untuk kebutuhan angkutan militer.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *