Z3, Si “Pembunuh” Sekaligus Pendongkrak Bagian 2

Kini, harus berhadapan dengan “adik”-nya sendiri. Z3, jika mencermati kampanyenya, dicitrakan sebagai highend, punya nama, namun terjangkau rupiahnya. Sebuah jurus sekaligus senjata manis yang dilontarkan oleh Asus, tempo hari jika ingin berhadapan dengan para raksasa. Antusias itu muncul lagi walaupun tidak seganas tiga atau empat tahun silam. Benar memang BBM masih jadi kuncian, sebuah riset mengatakan delapan dan 10 orang masih memakai BBM, meski di OS lain. Ber-BBM tetaplah lebih nyaman dengan perangkat orisinalnya, bukan crossing device.

Maknanya, pengguna loyal lebih bijak bila mengeluarkan koceknya untuk Z3 ketimbang tetap dengan OS 7/7.1. Data lain bicara, puncak kejayaan BlackBerry di Indonesia ada di 2011, mencapai marketshare 43 persen. Drop drastis sampai tinggal 13 persen tahun silam. Dan Indonesia menjadi the last land bagi perusahaan ini. Tumpuan ada di pundak Z3. Tak ada lagi pasukan OS 7/7.1 baru. Jika tak jua merubah nasib, maka benar kalau BlackBerry lebih pantas jadi perusahaan software dan server saja.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *